Di pantai pasir putih yang indah, aku merasakan hembusan angin yang berasal dari arah laut. Begitu lembut angin mengusap wajah. Entah mengapa perasaan penat akan pekerjaan terasa hilang. Seolah angin laut membawanya entah kemana. Deburan suara ombak berubah menjadi insturmen musik alam yang membuat pikiran dan dada menjadi sejuk. Mata pun terasa mendapatkan kejernihan kembali ketika melihat ombak yang saling kejar berkejaran menuju bibir pantai. Kaki kaki merasakan pijatan pijatan refleksi butiran butiran pasir yang berjalan melalui sela jari jari kaki.
Di pantai tersebut tersebut, ternyata aku tidak sendiri. Ada seorang anak kecil yang tengah sibuk membawa sesuatu lalu melemparkannya ke laut. Ia kembali ke pantai kemudian memungut sesuatu dan ia berlari lagi menuju laut. Anak itu melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Aku dekati ia dan melihat yang ia kerjakan secara sesakma. Ternyata benda yang ia bawa lalu ia lemparkan adalah bintang laut. Bintang laut yang bertebaran di pantai dengan jumlah yang sangat banyak.
“Ade lagi ngapain?” aku bertanya dengan penuh penasaran.
“Saya lagi ngebantuin bintang laut supaya bisa hidup. Kasian dia ada di pantai. Ntar kalo gak di air, dia bisa mati kak.” jawabnya sambil terus mengambil bintang-bintang laut tersebut.
“Tapi kan jumlahnya banyak de. Yang ada entar malah pada mati bintang lautnya.” aku mencoba lebih kritis untuk mencari alasan lebih lanjut.
“walaupun bakalan banyak yang mati, setidaknya ada beberapa bintang laut yang selamat” sambil tersenyum ia menjawab.
Aku pun terkesima dengan jawaban anak tersebut. Sederhana tapi benar-benar memiliki makna yang cukup dalam. Nilai keoptimisan unutk berbagi. Kita tahu bahwa tidaklah mungkin menyelematkan semua bintang laut yang ada di pantai tersebut. Namun, jika berniat untuk menyelamatkan mereka, kita akan langsung berbuat. Walaupun hanya beberapa bintang laut saja yang dapat kita selamatkan.
Ini mengingatkanku pada agenda-agenda di kampus maupun sekolah. Kita memiliki rencana yang memiliki tujuan yang besar. Kadangkala tujuan tersebut tidak dapat kita capai seutuhnya. Janganlah kita terlalu berkecil hati. Walaupun sedikit perubahan yang ada, kita harus bersyukur karena dapat berperan serta dalam mencapai tujuan tersebut. Jika kita istiqomah, isnya Allah tujuan besar tersebut akan tercapai. Tidak jarang orang gagal dalam mencapai tujuannya bukan karena faktor orang lain, melainkan karena faktor diri sendiri yang sudah putus asa setelah mengalami sedikit cobaan.
Janganlah bersedih hati ketika kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk orang lain. Yang terpenting adalah kita dapat membantu mereka walaupun sedikit namun dilakukan secara kontinu. Bukankah Allah mencintai perbuatan yang sedikit namun dilakukan secara terus menerus? Keep Istiqomah di jalan kebenaran. Insya Allah, Ia akan membalas perbuatan kita di dunia dan di akhirat. Di jannah-Nya bersama para Ia da para nabi
wallahu’alam
KOmentar terakhir